Sihir itu Nyata
Rabu
pagi ini berjalan nyaris sama anehnya dengan pagi-pagi lain semenjak surat aneh
itu tiba. Bahkan jauh lebih aneh lagi ketika Vernon Dursley menyuruh anaknya untuk
mengambil surat di keset pintu depan. Dengan marah, Dudley Dursley, yang
tampangnya memang sudah seperti babi baby,
berjalan sambil memukul-mukulkan tongkat Smeltingsnya sambil mengamuk. Kali ini
dia justru terlihat seperti banteng gila versi babi baby.
Suara
ayunan tongkat Smeltings ke dinding bergema di sepanjang lorong. Bisa-bisanya
ayahnya menyiksa Dudley seperti ini hanya karena surat. Surat aneh untuk sepupu
anehnya. Surat aneh! Nah, kata-kata
itu berhasil menggerakkan syaraf-syaraf otak Dudley yang selama ini mati suri.
Siapa yang mengambil dia yang memiliki! Surat itu bukan lagi milik sepupunya,
tapi miliknya.





