Friday, June 14

Fanfic : Harry Potter Series (Chapter 2)

Sihir itu Nyata
Rabu pagi ini berjalan nyaris sama anehnya dengan pagi-pagi lain semenjak surat aneh itu tiba. Bahkan jauh lebih aneh lagi ketika Vernon Dursley menyuruh anaknya untuk mengambil surat di keset pintu depan. Dengan marah, Dudley Dursley, yang tampangnya memang sudah seperti babi baby, berjalan sambil memukul-mukulkan tongkat Smeltingsnya sambil mengamuk. Kali ini dia justru terlihat seperti banteng gila versi babi baby.
Suara ayunan tongkat Smeltings ke dinding bergema di sepanjang lorong. Bisa-bisanya ayahnya menyiksa Dudley seperti ini hanya karena surat. Surat aneh untuk sepupu anehnya. Surat aneh! Nah, kata-kata itu berhasil menggerakkan syaraf-syaraf otak Dudley yang selama ini mati suri. Siapa yang mengambil dia yang memiliki! Surat itu bukan lagi milik sepupunya, tapi miliknya.

Monday, June 10

Novelet Part V

Nappeun Yeoja
나쁜 
(part 5)
Angin malam yang dingin seperti sahabat lama yang merangkul Hyun-Ra. Namun saat ini rasanya lebih menyenangkan. Karena Hyun-Ra tidak lagi berlari dari ketakutannya. Saat ini ia benar-benar bisa menikmati sensasi balapan yang sebenarnya.
Suara klakson membuat Hyun-Ra menoleh. Tampak Dong-Sun sedang tersenyum simpul di balik helm gelapnya. Hyun-Ra balas mengangkat jempolnya untuk Dong-Sun. laki-laki itu menjulurkan lidahnya dan melesat melewati Hyun-Ra.
Sial! Hyun-Ra kecolongan.
Dong-Sun sampai semenit lebih awal dari Hyun-Ra. Laki-laki itu berdiri dengan pongah di samping motor besarnya. Hyun-Ra berhenti dan menatap Dong-Sun sambil merengut.
“Hei, yang tadi itu curang.” Gerutunya.

Dong-Sun tertawa keras. “Semua cara itu sah dalam urusan cinta dan perang, nona muda.”

Novelet Part IV

Nappeun Yeoja
나쁜 
(part 4)

Hyun-Ra mendapati dirinya terbangun di tempat yang benar-benar asing. Tangannya berusaha menggapai sisi tempat tidur dan menyalakan lampu tidur yang redup. Benar. Ia sama sekali tak mengenal ruangan ini. Dimana dia?
Bukankah ia terakhir berada di penjara.

“Sudah sadar, Dira?” tanya bibinya pelan.

Novelet Part III

Nappeun Yeoja
나쁜 
(part 3)

Pikiran Hyun-Ra separuh kosong. Namun kenangan akan kejadian itu malah menyerbunya.
Hari itu sudah larut dan hujan membuatnya terlihat semakin pekat. Hyun-Ra berlari kecil menembus hujan karena ia lupa membawa mantelnya. Sayup-sayup terdengar suara teriakan dari arah rumahnya. Hyun-Ra langsung merasakan firasat buruk itu.

Fanfic : Harry Potter Series (Chapter 1)

Gonggongan Duka Padfoot
www.hp-lexicon.org
Sirius Black berapparate tepat di depan pintu rumah Lupin. Ujung jubahnya yang panjang menyapu sekilas permukaan lantai kayu yang berderit. Lupin membuka pintu bahkan sebelum Sirius mengetuknya. Wajah Lupin tampak pucat. Bulan purnama belum lama lewat. Dan kali ini Lupin harus menghadapinya sendirian. Dengan James yang terkurung di Godric Hallow dan Sirius yang harus pergi jauh untuk urusan Orde. Peter yang terpaksa harus bersembunyi juga setelah menggantikan posisi Sirius sebagai penjaga rahasia keluarga Potter.
“Kau tidak tampak baik, Remus.” Ujar Sirius sebagai sapaan.
Lupin tersenyum kecut. “Kau tidak lebih baik daripada aku.” Balasnya.
Sirius nyengir lebar. “Sepertinya James yang paling buruk. Terkurung di rumah sepanjang hari.”

Dan kedua laki-laki itu tertawa. “Kita harus mengunjunginya kapan-kapan.” Ujar Lupin.

Sunday, June 9

Novelet Part II

Nappeun Yeoja
나쁜
(part 2)
Onni…” bisik Hyun-Ra dengan suara serak. Kim Hyeon-Reu nyaris terlonjak kaget mendengar suara Hyun-Ra yang diluar batas normal.
“Hyun-Ra, kau kenapa?” jawabnya kaget.
“Bisakah kau datang, onni? Aku butuh… bantuanmu.”

Saturday, June 8

Fanfic : Harry Potter Series

Lost One

Will Be Back
www.the-leaky-cauldron.org

Hal terakhir yang diingat Luna Lovegood adalah pintu yang menjeblak terbuka sebelum ia menyelesaikan mantera Colloportus untuk menyegelnya. Luna tidak yakin berapa banyak mantra pembeku yang ditujukan langsung pada dirinya, mungkin lebih dari tiga. Setelah itu semuanya berubah gelap.
Begitu ia membuka mata, ia sudah berbaring di sayap rumah sakit. Matanya mengerjap karena cahaya lampu. Sesaat ingatan akan pertarungan di Kementrian Sihir memenuhi pikirannya. Well, itu jumlah pelahap maut yang sangat banyak, mengingat lawan mereka hanyalah enam orang anak sekolah biasa.
Mungkin lebih dari anak sekolah biasa. Mereka adalah anggota LD, dan Harry sang ketua juga bersama mereka. Tapi tetap saja kan. Kau-Tahu-Siapa jadi terlihat agak pengecut dengan mengirimkan pelahap maut sebanyak itu.

Novelet Part I

Nappeun Yeoja
나쁜

Sosoknya terpekur menatap layar yang sudah lama menghitam. Entah berapa lama ia bergeming.
Satu jam
Satu hari
Ia tak menghitung waktu. Itulah caranya lari dari kenyataan. Mengubur dirinya dalam ketidaksadaran. Sesaat saja ia ingin berbohong pada dirinya, bahwa semua baik-baik saja. Bahwa masih ada banyak waktu. Semua tidak nyata dan segala kengerian ini hanyalah mimpi buruk yang akan berlalu.
Namun ia tidak bermimpi. Tidak. Bahkan tak pernah terbesit pikiran untuk menenggelamkan diri dalam mimpi. Karena ia tak bisa berlari. Tidak ke dalam mimpi sekalipun. Rasa sakit ini akan terus menerornya. Mencabiknya.
Bahwa ia terlambat. Bahwa waktunya sudah habis.
Kenyataan bahwa tak ada hal apapun yang bisa diulang. Tak ada.
***

Suryakanta Magazine

The Old Curse

Dengungan lirih pendingin ruangan perpustakaan membuat Grace menggigil. Hari masih terlalu pagi saat itu. Grace berjalan pelan menyusuri lorong sempit diantara rak-rak buku yang berjejer tinggi. Aroma buku tua dan kapur barus menyengat hidungnya.
Hanya ada satu petugas perpustakaan yang sudah sangat tua duduk di salah satu kursi berlengan di sudut ruangan dengan mata terpejam. Grace berjalan pelan. Semakin dalam ia masuk di antara rak-rak tinggi itu, suasana terasa semakin dingin. Bukan dingin yang biasa. Rasa ini terasa asing dan membuatnya tidak nyaman. Grace berusaha mengabaikannya dan terus berjalan. Tangannya menelusuri punggung-punggung buku yang kaku dan berlapis debu.
Buku itu terlihat sangat tua dengan sampul hitam kelam. Tak ada judul atau tulisan apapun. Buku itu tampak polos dan sederhana. Perasaan itu semakin bergulung-gulung menyelimutinya. Ia tahu ada yang salah. Namun kegairahannya mengalahkan pikiran rasional. Grace mengambil buku itu dan mendekapnya di depan dada. Dengan kepala tertunduk, ia melangkah ke salah satu kursi yang tersembunyi di balik meja tinggi.
Ia tahu ada sesuatu yang salah. Dan ia benar.

Friday, June 7

Sastra : Straight News

Kenalan Sama Si Berita Lurus
Wah, rasanya agak gimana gitu ketika aku ngelakuin kesalahan konyol yang bikin aku berpikir : Kayaknya aku bener-bener kena Writer’s Block deh. Semua itu terjadi hari Rabu kemarin, tanggal 5 Juni 2013. Waktu itu aku lagi ikut pelatihan menulis. Agendanya adalah menulis rubrik straight news, tapi konyolnya aku malah nyasar ke dunia feature.
Ngomong apa sih? Straigt news? Feature?

Thursday, June 6

Magical Phrase : Hakuna Matata!

Say it :  Hakuna Matata!
http://livingasa20something.wordpress.com
It’s our problem-free philosophy, Hakuna Matata!
Bagi sebagian besar orang, amazing word Hakuna Matata sama sekali ga asing. Meletup ke purmukaan sejak boomingnya Disney Movie The Lion King. Dipopulerkan oleh tokoh Timon dan Pumba, sahabat Simba si singa.
Jadi apa yang mau aku sampein tentang Hakuna Matata ini?

Science Battle

SCIENCE BATTLE
Chapter 2
Sweilyn…” gumam Brandon pelan.
“Apa?” Tanya Elmer tak mengerti. Elmer mengisi lagi gelas minumannya dan menyesapnya perlahan.
“Nama keluarga gadis itu, Sweilyn.” Lagi-lagi Brandon terlihat seperti berbicara pada diri sendiri. Elmer mengeluarkan sebatang rokok dan menyulutnya.
“Lantas?” ujar Elmer skeptis. Brandon akhirnya tersadar dari lamunannya dan mengernyit menatap Elmer.