Kenalan Sama Si “Berita Lurus”
Wah, rasanya agak gimana gitu ketika
aku ngelakuin kesalahan konyol yang bikin aku berpikir : Kayaknya aku bener-bener kena Writer’s Block deh. Semua itu terjadi
hari Rabu kemarin, tanggal 5 Juni 2013. Waktu itu aku lagi ikut pelatihan
menulis. Agendanya adalah menulis rubrik straight news, tapi konyolnya aku
malah nyasar ke dunia feature.
Ngomong apa sih? Straigt news? Feature?
Oke kali ini aku akan bahas-bahas
sedikit soal kedua rubrik yang sering nongol di dunia jurnalistik itu.
Straight news seperti kalian tahu
kalau diterjemahkan secara kasar ya artinya berita lurus. Eh, itu bukan lelucon
loh. Straight news kata kasarnya emang berita lurus. Berita lurus di sini,
kalau diperhalus sedikit berubah menjadi berita langsung.
Straight news ditulis dalam rangka
melaporkan suatu peristiwa yang kita anggap layak untuk dilaporkan. Seperti kita
tahu, sebuah peristiwa hanya akan menjadi peristiwa yang terlupakan, alias
lewat begitu aja kalau tidak diabadikan.
Nah, karakter peristiwa yang
biasanya dijadikan sebagai straight news, kurang lebih ada 5 point. Materi ini
aku dapet waktu pelatihan menulis itu. Apa aja karakter peristiwa yang menjadi
nilai dalam straight news?
ü
Besar
Nah, karakter “besar” menempati
urutan pertama (kata mentorku). Peristiwa besar adalah peristiwa yang
menyangkut banyak orang. Dan tentunya kita ga mau kan membiarkan sebuah
peristiwa besar lewat begitu aja? Maka dari itu, karakter “besar” biasanya menempati
urutan teratas dalam penulisan straight news.
ü
Penting
Kalau karakter “penting” ini udah
jelas dong masuk nilai berita. Karena hampir seluruh berita itu harus mempunyai
nilai penting. Berita menjadi berita yang bagus ketika mampu memuat hal-hal
penting yang bisa memberi informasi dan pengetahuan kepada orang banyak.
ü
Dekat
Sebuah berita akan banyak dicari
orang ketika ia memiliki nilai “kedekatan” dengan pembaca. Misalnya saja,
ketika pelatihan kemarin masing-masing dari kami diminta mencari sebuah berita,
apapun itu dari media massa. Setelah bolak-balik halaman, aku akhirnya nemu
berita soal pendaftaran SBMPTN. Langsung aja kupilih berita itu. Dan dari
penjelasan mentor, terungkaplah kalau berita itu mengandung nilai “kedekatan”
yang mampu memikat saya sebagai lulusan SMA tahun ini yang jelas ingin tahu
banyak soal SBMPTN.
ü
Menarik dan
Unik
Karakter yang satu ini juga ga boleh
dilupakan. Kita ga selalu bisa menemukan sebuah berita yang penting, apalagi
besar. Dan untuk membuat sebuah berita yang memiliki “kedekatan” dengan pembaca
juga susah-susah gampang. Kalau memang buntu, ya cari aja berita yang menarik
dan unik. Dengan nilai menarik dan unik ini, berita juga bisa menjadi sarana
hiburan dan pengetahuan.
ü
Human
Interest
Jangan lupakan nilai yang satu ini. Berita
akan lebih bagus lagi kalau memiliki nilai “human interest.” Salah satu fungsi
berita selain sebagai sarana informasi, adalah sarana pendidikan. Dengan berita
yang mengandung human interest, orang banyak akan dididik akan masalah-masalah
sosial dan nilai kemanusiaan. Dan berita yang seperti ini mampu membentuk
mental bangsa juga.
Wah banyak juga ya materi soal
straight news. Yang jelas, kembali ke prinsip straight news sebagai “berita
lurus”, straight news ini dibuat dengan tujuan “melaporkan” sebuah peristiwa
yang mungkin besar, penting, menarik, unik, atau mengandung human interest
secara langsung dan lurus, ga pake belokan. Belokan-belokan ini bisa berupa
opini penulis, atau mungkin bumbu-bumbu yang sebenernya ga perlu dimasukkin.
Kalau kita terjebak dalam belokan
dan tikungan itu, biasanya akan mentransformasi si “berita lurus” ini menjadi “feature”,
seperti kesalahanku kemarin.
Pengetahuan soal feature baru akan
dibahas di pertemuan minggu depan. Kalau aku udah dapet pengetahuan baru soal
feature nanti akan aku share lagi deh.
Salam sastra!
762013
(pengingat Writer’s Block)
Philomena Olaf
No comments:
Post a Comment