Friday, June 7

Sastra : Straight News

Kenalan Sama Si Berita Lurus
Wah, rasanya agak gimana gitu ketika aku ngelakuin kesalahan konyol yang bikin aku berpikir : Kayaknya aku bener-bener kena Writer’s Block deh. Semua itu terjadi hari Rabu kemarin, tanggal 5 Juni 2013. Waktu itu aku lagi ikut pelatihan menulis. Agendanya adalah menulis rubrik straight news, tapi konyolnya aku malah nyasar ke dunia feature.
Ngomong apa sih? Straigt news? Feature?
Oke kali ini aku akan bahas-bahas sedikit soal kedua rubrik yang sering nongol di dunia jurnalistik itu.
Straight news seperti kalian tahu kalau diterjemahkan secara kasar ya artinya berita lurus. Eh, itu bukan lelucon loh. Straight news kata kasarnya emang berita lurus. Berita lurus di sini, kalau diperhalus sedikit berubah menjadi berita langsung.
Straight news ditulis dalam rangka melaporkan suatu peristiwa yang kita anggap layak untuk dilaporkan. Seperti kita tahu, sebuah peristiwa hanya akan menjadi peristiwa yang terlupakan, alias lewat begitu aja kalau tidak diabadikan.
Nah, karakter peristiwa yang biasanya dijadikan sebagai straight news, kurang lebih ada 5 point. Materi ini aku dapet waktu pelatihan menulis itu. Apa aja karakter peristiwa yang menjadi nilai dalam straight news?
ü    Besar
Nah, karakter “besar” menempati urutan pertama (kata mentorku). Peristiwa besar adalah peristiwa yang menyangkut banyak orang. Dan tentunya kita ga mau kan membiarkan sebuah peristiwa besar lewat begitu aja? Maka dari itu, karakter “besar” biasanya menempati urutan teratas dalam penulisan straight news.
ü    Penting
Kalau karakter “penting” ini udah jelas dong masuk nilai berita. Karena hampir seluruh berita itu harus mempunyai nilai penting. Berita menjadi berita yang bagus ketika mampu memuat hal-hal penting yang bisa memberi informasi dan pengetahuan kepada orang banyak.
ü    Dekat
Sebuah berita akan banyak dicari orang ketika ia memiliki nilai “kedekatan” dengan pembaca. Misalnya saja, ketika pelatihan kemarin masing-masing dari kami diminta mencari sebuah berita, apapun itu dari media massa. Setelah bolak-balik halaman, aku akhirnya nemu berita soal pendaftaran SBMPTN. Langsung aja kupilih berita itu. Dan dari penjelasan mentor, terungkaplah kalau berita itu mengandung nilai “kedekatan” yang mampu memikat saya sebagai lulusan SMA tahun ini yang jelas ingin tahu banyak soal SBMPTN.
ü    Menarik dan Unik
Karakter yang satu ini juga ga boleh dilupakan. Kita ga selalu bisa menemukan sebuah berita yang penting, apalagi besar. Dan untuk membuat sebuah berita yang memiliki “kedekatan” dengan pembaca juga susah-susah gampang. Kalau memang buntu, ya cari aja berita yang menarik dan unik. Dengan nilai menarik dan unik ini, berita juga bisa menjadi sarana hiburan dan pengetahuan.
ü    Human Interest
Jangan lupakan nilai yang satu ini. Berita akan lebih bagus lagi kalau memiliki nilai “human interest.” Salah satu fungsi berita selain sebagai sarana informasi, adalah sarana pendidikan. Dengan berita yang mengandung human interest, orang banyak akan dididik akan masalah-masalah sosial dan nilai kemanusiaan. Dan berita yang seperti ini mampu membentuk mental bangsa juga.
Wah banyak juga ya materi soal straight news. Yang jelas, kembali ke prinsip straight news sebagai “berita lurus”, straight news ini dibuat dengan tujuan “melaporkan” sebuah peristiwa yang mungkin besar, penting, menarik, unik, atau mengandung human interest secara langsung dan lurus, ga pake belokan. Belokan-belokan ini bisa berupa opini penulis, atau mungkin bumbu-bumbu yang sebenernya ga perlu dimasukkin.
Kalau kita terjebak dalam belokan dan tikungan itu, biasanya akan mentransformasi si “berita lurus” ini menjadi “feature”, seperti kesalahanku kemarin.
Pengetahuan soal feature baru akan dibahas di pertemuan minggu depan. Kalau aku udah dapet pengetahuan baru soal feature nanti akan aku share lagi deh.
Salam sastra!


762013
(pengingat Writer’s Block)


Philomena Olaf

No comments:

Post a Comment